askep terlengkap

Memuat...

Selasa, 12 Juli 2011

ASKEP ANEMIA


BAB II
PEMBAHASAN
ANEMIA

A.    PENGERTIAN
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari normal.
Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah Hb dalam 1mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang didapatkan (packed red cells volume) dalam 100 ml darah.
Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah.
Anemia menunjukan rendahnya hitung sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit dibawah normal.

B.      ETIOLOGI
Penyebab anemia antara lain :
1. Perdarahan
2. Kekurangan gizi seperti : zat besi, vitamin B12, dan asam folat. (Barbara C. Long, 1996 )
3. Penyakit kronik, seperti gagal ginjal, abses paru, bronkiektasis, empiema, dll.
4. Kelainan darah
5. Ketidaksanggupan sum-sum tulang membentuk sel-sel darah. (Arif Mansjoer, 2001)

C.    TANDA DAN GEJALA
Tanda-tanda umum anemia:
1.      pucat,
2.      tacicardi,
3.      bising sistolik anorganik,
4.      bising karotis,
5.      pembesaran jantung.
D.    MANIFESTASI KLINIK
Berbagai factor mempengaruh berat dan adanya gejala:
1.      Kecepatan kejadian anemia
2.      Durasinya
3.      Kebutuhan metabolisme pasien bersangkutan
4.      Adanya kelainan lain atau kecacatan
5.      Komlikasi tertentu atau keadaan kondisi yang mengakibatkan anemia
Semakin cepat perkembangan anemia, semakin berat gejalanya.pasien yang biasanya aktif lebih berat mengalami gejala,disbanding orang yang tenang.pasien dengan hipotirodisme dengan kebutuhan oksigen yang rendah bisa tidak bergejala sama sekali.  
             Manifestasi khusus pada anemia:
a.       Anemia aplastik: ptekie, ekimosis, epistaksis, ulserasi oral, infeksi bakteri, demam, anemis, pucat, lelah, takikardi.
b.      Anemia defisiensi: konjungtiva pucat (Hb 6-10 gr/dl), telapak tangan pucat (Hb < 8 gr/dl), iritabilitas, anoreksia, takikardi, murmur sistolik, letargi, tidur meningkat, kehilangan minat bermain atau aktivitas bermain. Anak tampak lemas, sering berdebar-debar, lekas lelah, pucat, sakit kepala, anak tak tampak sakit, tampak pucat pada mukosa bibir, farink,telapak tangan dan dasar kuku. Jantung agak membesar dan terdengar bising sistolik yang fungsional.
Anemia aplastik : ikterus, hepatosplenomegali.



E.     PATOFISIOLOGI
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum misalnya berkurangnya eritropoesis. Dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, perjalanan toksik, invasi tumor atau kebanyakan penyebab tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui pendarahan atau hemolisis.
Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel fagositik atau dalam retikuloendotelia,terutama dalam limpa dan hati. Sebagai hasil samping proses bilirubin yang terbentuk dalam fagosit, akan memesuki aliran darh.
Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi,seperti yang terjadi pada kelainan hemolitik,maka hemoglobin akan muncul dalam plasma ( hemoglobinemia ).apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas haptaglobin plasma (protein ikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengikat semuanya.misalnya apabila jumlah lebih dari sekitar 100 mg/dl), hemoglobin akan terdifusi dalam glomerulus ginjal dan kedalam urin(hemoglobinuria). Jadi ada atau adanya hemoglobinemia dan hemoglobinuria dapat memberikan informasi mengenal lokasi penghancuran sel darah merah abnormal pada pasien dengan hemolisis dan dapat merupakan petunjukan untuk mengetahui sifat proses hemolitik tersebut.
 
F.     KLASIFIKASI
1.      Anemia hipoproliferatif
a.       Anemia aplastik
v  Patofisiologi
Disebabkan oleh penurunan sel precursor dalam sumsum tulang dan penggantian sumsum tulang dengan lemak.dapat terjadi secara congenital maupun didapat. Dapat juga idiopatik dan merupakan penyebab utama.
Dalam berbagai keadaan anemia aplastik terjadi saat obat atau bahan kimia masuk dalam jumlah toksik. Namun pada beberapa orang dapat timbul pada dosis yang di anjurkan untuk pengobatan.
Apabila dilanjutkan setelah tanda hipoplasia muncul, maka depresi sumsum tulang akan berkembang sampai titik dimana terjadi kegagalan sempurna dan ireversibel.maka dilaksanakan angka pemeriksaan darah sesering mungkin untuk menhindari anemia aplastik
v  Manifestasi klinik
Ditandai dengan : kelemahan, pucat, sesak napas pada saat latihan.
Pendarahan abnormal akibat trombositopeniamerupakan gajala yang utama pada pasien. Apabila granulosit juga terlibat biasanya mengalami demam, ferogitis akut,sepsis dan pendarahan.
v  Penatalaksanaan
·         Transplantasi sumsum tulang
Dilakukan untuk memberikan persedian jaringan hematopoetis yang masih dapat berfungsi. Dengan mengunakan imunosupresan cyclosporine.
·         Terapi imunosupresif
Dengan ATG diberikan untuk menghentikan fungsi imunologi yang memperpanjang aplasia sehingga sumsum tulang mengalami penyembuhan
·         Terapi suportif
Berperan dalam penatalaksanaan anemia aplastik. Setiap bahan penyebab harus dihentikan,pasien disokong dengan tranfusi darah merah dan trombosit secukupnya untuk mengatasi gejala,
b.      Anemia Defisiensi Besi
Adalah dimana kandungan besi tumbuh total dibawah tingkat normal.
v  Penatalaksanaan
Di tanganai dengan pemberian vitamin B12.
Untuk mencegah kekambuhan anemia,tetapi vitamin B12 harus di terusksn selama hidup pasien yang menderita anemia perniosa atau malabsorbsi yang tidak dapat di koreksi.
c.       Anemia hemolitik
Anemia hemolitik: terjadi penghancuran eritrosit yang berlebihan. Karena faktor intrasel: talasemia, hemoglobinopatie,dll. Sedang factor ekstrasel: intoksikasi, infeksi –malaria, reaksi hemolitik transfusi darah.
d.      Anemia sel sabit
Anemia hemolitik berat akibat adanya defek pada molekul hemoglobin yang disertai seragan nyeri.

G.    PENATALAKSANAAN
o   Anemia pasca perdarahan: transfusi darah. Pilihan kedua: plasma ekspander atau plasma substitute. Pada keadaan darurat bisa diberikan infus IV apa saja.
o   Anemia defisiensi: makanan adekuat, diberikan SF 3x10mg/kg BB/hari. Transfusi darah hanya diberikan pada Hb <5 gr/dl.
o   Anemia aplastik: prednison dan testosteron, transfusi darah, pengobatan infeksi sekunder, makanan dan istirahat.
H.    PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada pemeriksaan laboratorium ditemui :
1. Jumlah Hb lebih rendah dari normal ( 12 – 14 g/dl )
2. Kadar Ht menurun ( normal 37% - 41% )
3. Peningkatan bilirubin total ( pada anemia hemolitik )
4. Terlihat retikulositosis dan sferositosis pada apusan darah tepi
5. Terdapat pansitopenia, sumsum tulang kosong diganti lemak ( pada anemia
    aplastik
        I.  KOMPLIKASI
1.Perkembangan otot buruk ( jangka panjang )
2.Daya konsentrasi menurun
3.Hasil uji perkembangan menurun
4.Kemampuan mengolah informasi yang didengar menurun





ASUHAN KEPERAWATAN

1.      PENGKAJIAN
a.       Identitas
Meliputi identitas pasien dan keluarga.yaitu seperti:
-nama                    :
-umur                     :
-jenis kelamin        :
-pekerjaan              :
b. Riwayat kesehatan
- Riwayat kesehatan sekarang.
Biasanya klien demam, lemah, sakit kepala,anaroksia
– Riwayat kesehatan keluarga.
Sebelumnya apakah ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama.
- Riwayat kesehatan dahulu
Apakah sebelumnya klien pernah mengalami penyakit yang sama.
1.      Aktifitas / Istirahat
• Keletihan, kelemahan, malaise umum.
• Kehilangan produktifitas, penurunan semangat untuk bekerja
• Toleransi terhadap latihan rendah.
• Kebutuhan untuk istirahat dan tidur lebih banyak


2.      Sirkulasi
• Riwayat kehilangan darah kronis,
• Riwayat endokarditis infektif kronis.
• Palpitasi.

3.      Integritas ego
• Keyakinan agama atau budaya mempengaruhi pemilihan pengobatan, misalnya:
penolakan tranfusi darah.

4.       Eliminasi
• Riwayat pielonenepritis, gagal ginjal.
• Flatulen, sindrom malabsobsi.
• Hematemesi, melana.
• Diare atau konstipasi

5.       Makanan / cairan
• Nafsu makan menurun
• Mual/ muntah
• Berat badan menurun

6.       Nyeri / kenyamanan
• Lokasi nyeri terutama di daerah abdomen dan kepala.
7.      Pernapasan
• Napas pendek pada saat istirahat maupun aktifitas
8.       Seksualita
• Perubahan menstuasi misalnya menoragia, amenore
• Menurunnya fungsi seksual
• Impotent



BABIII
PENUTUP

A. Kesimpulan
Anemia sering di jumpai di masyarakat dan mudah di kenali (di diagnosa ). Tanda dan gejalanya beragam, seperti pucat, lemah, maul,dll. Pendiagnosaan anemia dapat di tunjang dengan pemeriksaan laborat yakni adanya penurunan kadar Hb.
B. Saran
            Dengan selesainya makalah ini di harapkan pembaca dapat mengambil manfaat serta pelajaran dari makalah ini agar pembaca lebih mengerti tentang ANEMIA dan apa apa saja gejala ban penyebab ANEMIA. Untuk lebih jelas pembaca bias melihat di buku dan membuka internet. Dan kami juga berharap agar pembeca bisa memberikan masukan dari makalah kami ini. Agar kedepannya bisa lebih baik.














DAFTAR PUSTAKA
v  Manjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. FK UI : Media Aeskulatius
v  Haznan. 1987. Compadium Diagnostic dan Terapi Ilmu Penyakit Dalam.
v  Bandung : Ganesa.
v  Ngastiyah. 2001. Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : EGC.
v  Brunner & Suddarth. 1997. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC. 
v  Doenges, Marilynn, dkk. 1993. Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman
v  Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta : EGC.
v  Long, Barbara C.1996. Perawatan Medikal Bedah ( Suatu Pendekatan Proses Keperawatan ). Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran Bandung 

askepdmmesra
askepjantungvietha
http://www.askepdmfebri.blogspot.com

http://www.AskepVHDocha.blogspot.com

http://www.askephalusinasithia.blogspot.com
 a


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar